12 Minuman Alkohol Rendah Kalori yang Cocok untuk Diet dan Lifestyle Sehat
Banyak orang masih menganggap minuman alkohol pasti bikin gemuk dan harus dihindari saat diet. Padahal itu tidak sepenuhnya benar. Faktanya, ada banyak minuman alkohol rendah kalori yang tetap bisa dinikmati tanpa mengganggu program diet maupun lifestyle sehat.
Kuncinya ada pada jenis alkohol yang dipilih, jumlah konsumsi, serta campuran yang digunakan. Karena itu, memilih minuman yang tepat bisa membantu kamu tetap menikmati social drinking tanpa rasa terlalu bersalah.
Berikut kami rangkum 12 minuman alkohol rendah kalori agar kamu tidak perlu khawatir lagi!
Apakah Alkohol Selalu Bikin Gemuk?
Jawabannya tidak selalu. Berat badan naik biasanya terjadi karena beberapa faktor seperti:
- Konsumsi alkohol berlebihan
- Campuran minuman tinggi gula
- Kebiasaan ngemil saat minum
- Konsumsi cocktail creamy atau manis
Padahal beberapa jenis alkohol justru memiliki kalori yang relatif rendah jika diminum dalam jumlah wajar.
Sebagai gambaran:
- Vodka shot → sekitar 65–100 kalori
- Dry wine → sekitar 120 kalori per gelas
- Light beer → sekitar 90–110 kalori
Bandingkan dengan cocktail manis atau minuman bersoda tinggi gula yang bisa mencapai 300–500 kalori dalam satu gelas. Tentu opsi sebelumnya akan lebih cocok untuk diet, bukan?
Tips Memilih Alkohol Rendah Kalori
Sebelum masuk ke rekomendasi, ada beberapa tips penting agar konsumsi alkohol tetap lebih ramah untuk diet.
- Pilih minuman dengan gula rendah
- Hindari campuran cream dan syrup
- Perhatikan porsi minuman
- Pilih minuman dengan alkohol murni
- Gunakan soda water atau sparkling water
12 Minuman Alkohol Rendah Kalori yang Cocok untuk Diet
Berikut rekomendasi minuman alkohol rendah kalori yang tetap enak dinikmati saat menjalani lifestyle sehat.
1. Dry Red Wine
Dry red wine termasuk salah satu pilihan populer untuk diet karena kalorinya relatif rendah dibanding wine manis. Rata-rata kalori sekitar 120–125 kalori per gelas
Selain itu, red wine juga dikenal mengandung antioksidan seperti resveratrol.
Pilihan populer yang bisa dicoba:
- Pinot Noir
- Cabernet Sauvignon
- Merlot
2. Dry White Wine
White wine dengan kadar gula rendah juga cocok untuk diet. Rata-rata kalori sekitar 110–120 kalori
Karakter rasanya lebih ringan dan segar sehingga sering menjadi pilihan minuman alkohol untuk wanita yang ingin menikmati wine tanpa rasa terlalu berat.
Pilihan yang bisa kamu pilih:
- Sauvignon Blanc
- Chardonnay
- Pinot Grigio
3. Champagne Brut
Banyak orang tidak sadar bahwa champagne brut sebenarnya cukup rendah kalori. Rata-rata kalori sekitar 90–100 kalori per glass
Karena kandungan gulanya rendah, brut champagne lebih ramah untuk diet dibanding sparkling wine manis.
4. Vodka Soda
Ini termasuk salah satu cocktail rendah kalori paling populer. Kamu bisa coba gunakan:
- Vodka
- Soda water
- Lemon atau jeruk nipis
Kalorinya akan sekitar 90–110 kalori. Karena tidak menggunakan soda manis atau syrup, vodka soda menjadi pilihan favorit untuk healthy drinking.
5. Gin and Tonic Low Sugar
Gin sebenarnya cukup rendah kalori. Namun tonic biasa sering mengandung gula tinggi. Gunakan low sugar tonic atau zero sugar tonic
Kalori sekitar 100–120 kalori. Minuman ini juga termasuk salah satu jenis cocktail klasik yang banyak disukai karena rasanya fresh.
6. Tequila on The Rocks
Tequila murni tanpa campuran memiliki kalori cukup rendah. Kalori sekitar 95–100 kalori per shot
Selain itu, tequila sering dianggap lebih clean karena biasanya tidak mengandung tambahan gula jika diminum straight.
7. Light Beer
Beer memang sering dianggap bikin perut buncit, tetapi light beer berbeda. Kalori sekitar 90–110 kalori.
Light beer dibuat dengan kandungan kalori dan karbohidrat lebih rendah dibanding regular beer.
8. Hard Seltzer
Hard seltzer semakin populer di kalangan para penyuka hidup sehat. Untuk mencobanya, kamu bisa coba gunakan:
- Sparkling water
- Alkohol ringan
- Flavor buah
Kalorinya sekitar 90–100 kalori. Rasanya ringan, segar, dan cocok untuk yang tidak terlalu suka rasa alkohol kuat.
9. Whiskey Highball
Whiskey highball adalah campuran whiskey dan sparkling water. Kalorinya sekitar 100–120 kalori. Minuman ini populer di Jepang karena terasa ringan dan refreshing.
10. Martini Dry
Dry martini termasuk jenis cocktail klasik dengan kalori cukup rendah. Kalorinya sekitar 120–130 kalori. Karena minim gula, martini sering menjadi pilihan bagi pecinta cocktail elegan.
11. Mojito Tanpa Gula Berlebih
Mojito sebenarnya bisa menjadi cocktail rendah kalori jika dibuat tanpa banyak gula.
Agar rendah kalori, kamu bisa coba gunakan:
- Soda water
- Mint
- Lime
- Sedikit pemanis
Kalori sekitar 100–130 kalori. Rasanya segar dan cocok untuk suasana santai.
12. Sake Dry
Sake dry memiliki kadar gula lebih rendah dibanding sake manis. Kalori sekitar 100–130 kalori per serving.
Karakter rasanya clean dan smooth sehingga cocok dipadukan dengan makanan Jepang.
Minuman Alkohol yang Enak Tidak Harus Tinggi Kalori
Saat ini semakin banyak pilihan minuman alkohol yang enak dengan kalori lebih rendah. Bahkan beberapa wine, hard seltzer, hingga cocktail modern memang dibuat khusus untuk healthy lifestyle.
Karena itu, kamu tetap bisa menikmati social drinking tanpa harus merasa semua alkohol pasti merusak program diet.
Yang paling penting adalah memahami kandungan minuman yang dikonsumsi dan tidak berlebihan.
Tetap Bisa Menikmati Alkohol di Waktu Diet Kamu!
Menjalani diet atau lifestyle sehat bukan berarti kamu harus sepenuhnya berhenti menikmati alkohol. Faktanya, ada cukup banyak pilihan minuman alkohol rendah kalori yang tetap bisa dinikmati tanpa memberikan asupan kalori berlebihan.
Yang terpenting adalah memilih minuman dengan kandungan gula lebih rendah, menghindari campuran berlebihan, dan tetap mengkonsumsi alkohol secara bijak.
Agar lebih baik, kamu bisa beli alkohol rendah kalori berkualitas tinggi di Red & White yang sudah berdiri sejak tahun 2014 dan menjadi alcohol store terlengkap di Indonesia.
Dengan harga yang kompetitif, kamu bisa mempertimbangkan untuk melihat koleksi mereka. Baik itu melewati website ataupun langsung mengunjungi offline store yang tersebar di beberapa kota seperti Jakarta Pusat, Jakarta Barat, Jakarta Selatan, Jakarta Timur, Jakarta Utara, Tangerang, dan Bali.