Apa Itu IPA? Mengenal Karakter Bir Paling Populer di Dunia Craft Beer
Dalam dunia bir, satu gaya yang hampir pasti kamu dengar jika mulai eksplorasi craft beer adalah IPA. Singkatan dari India Pale Ale, IPA bukan sekadar bir biasa, ini adalah gaya yang memiliki sejarah unik, karakter rasa yang kuat, dan beragam sub-styles yang semakin memperkaya dunia minuman beralkohol.
Bagi banyak penikmat bir, IPA adalah gerbang pertama untuk memahami kenapa banyak orang bilang bir itu lebih dari sekadar minuman di gelas biasa.
Sejarah Singkat IPA
Awalnya, IPA bukanlah tentang trend modern seperti saat ini. Di abad ke-19, bir yang dikenal sebagai pale ale mulai diproduksi di Inggris dan kemudian dikirim ke India, salah satu koloni Inggris waktu itu.
Karena perjalanan laut yang panjang, pembuat bir menambahkan lebih banyak hop ke dalam bir agar lebih tahan lama. Hasilnya? Bir dengan karakter rasa yang jauh lebih kuat dari biasanya. Ini menjadi cikal-bakal IPA yang kita kenal sekarang.
Apa Itu IPA?
Secara sederhana, IPA (India Pale Ale) adalah jenis bir yang dikenal dengan penggunaan hop yang lebih tinggi dibandingkan bir pale ale biasa. Hop sendiri adalah bunga tanaman yang memberikan aroma dan rasa pahit pada bir, serta berguna sebagai pengawet alami dalam pembuatan bir tradisional.
Inilah yang membuat IPA berbeda dari kebanyakan bir lain di pasaran: rasa pahit yang khas, aroma hop yang kuat, serta ragam rasa tambahan yang bisa terasa floral, citrus, tropikal, bahkan pinus.
Berkat kombinasi karakter ini, IPA kemudian menjadi sangat populer di dunia craft beer lewat eksplorasi rasa dari pembuat bir independen di seluruh dunia.
Kenapa IPA Terasa Pahit? Rasa Khas Dari Hop
Salah satu ciri paling menonjol dari IPA adalah rasa pahitnya. Ini berasal dari hop, salah satu bahan utama dalam pembuatan bir selain air, malt, dan ragi. Hop memberikan struktur pahit yang seimbang dengan rasa manis dari malt dan juga aroma khas yang bisa sangat kompleks.
Bitterness IPA sering diukur dengan satuan IBUs (International Bitterness Units). Semakin tinggi jumlah hop yang digunakan dan semakin intens proses tambahan hop di berbagai tahap pembuatan, semakin tinggi pula tingkat kepahitannya.
Ada IPA yang sangat pahit; ada pula yang lebih lembut dan juicy, tergantung jenisnya.
Namun penting juga dicatat bahwa pahit bukan berarti tidak enak. Banyak peminum bir justru menyukai karakter pahit yang menggigit ini karena ia menciptakan pengalaman rasa bir yang lebih kompleks dan membuatnya cocok dipasangkan dengan makanan beraroma kuat.
Beragam Jenis IPA yang Perlu Kamu Tahu
IPA bukan satu rasa atau satu gaya saja, seiring berkembangnya dunia craft beer, IPA bercabang menjadi banyak varian unik. Berikut adalah beberapa jenis IPA yang populer dan sering kamu temui di bar, liquor store, atau kafe bir:
1. West Coast IPA
West Coast IPA adalah salah satu gaya klasik yang identik dengan karakter pahit yang tegas, bersih, dan aromatik. Gaya ini menonjolkan rasa hop yang kuat, biasanya dengan nuansa citrus, pinus, dan resin serta memiliki finish yang kering dan menyegarkan.
West Coast IPA sering menggunakan varietas hop seperti Cascade, Centennial, atau Chinook, yang memberikan rasa citrus yang khas. Gaya ini biasanya jernih, tidak hazy dan sangat disukai penikmat hop murni.
2. New England IPA (NEIPA)
Berbeda dengan klasik West Coast IPA, New England IPA justru dikenal karena tampilan keruh dan rasa yang lebih smooth dan juicy, dengan kepahitan yang lebih lembut. Profil aromanya lebih dominan buah tropis seperti mangga, jeruk, dan buah-buahan tropis lainnya.
Gaya ini menjadi sangat populer terutama di kalangan penikmat bir yang ingin hop-forward tetapi tidak terlalu fokus pada kepahitan tinggi. Tekstur yang cenderung lebih lembut dan mouthfeel yang creamy membuat NEIPA terasa berbeda dari IPA jenis lain.
3. Double IPA / Imperial IPA
Jika kamu mencari pengalaman IPA yang lebih kuat dan intens, Double (atau Imperial IPA) bisa jadi jawabannya. Gaya ini biasanya memiliki kandungan alkohol yang lebih tinggi dan lebih banyak hop dibandingkan standar IPA. Akibatnya, rasa pahit dan aromanya pun semakin berani.
4. Session IPA
Berbeda dari Double IPA, Session IPA dirancang untuk pengalaman meminum bir yang ringan namun tetap hop-forward. Alkoholnya lebih rendah, membuatnya lebih cocok diminum dalam sesi panjang bersama teman-teman.
5. British-Style IPA & Black IPA
Ada juga British-style IPA, yang lebih klasik dengan rasa hop yang seimbang dengan malt, serta sering terasa lebih tradisional. Kemudian Black IPA (kadang disebut Cascadian Dark Ale) adalah IPA berwarna gelap, memakai roasted malt, tapi tetap mempertahankan karakter hop yang khas.
IPA dan Food Pairing
IPA adalah salah satu jenis bir yang sangat menarik saat dipasangkan dengan makanan. Karena karakter hop yang tajam dan aroma kompleksnya, IPA sering dipasangkan dengan:
- Makanan pedas yang perlu rasa pahit yang kontras
- Burger atau makanan berbumbu kuat
- Keju tajam seperti cheddar atau blue cheese
- Makanan laut ringan
Dengan kombinasi yang tepat, IPA bahkan bisa memperkaya pengalaman kulinermu di luar sekadar santai minum bir.
Pernah Mencoba IPA Beer?
IPA (India Pale Ale) bukan sekadar tren, melainkan gaya bir yang berkembang dari sejarah panjang, inovasi pembuat bir, dan kecintaan penikmat bir pada karakter hop yang kuat.
Kunjungi toko-toko Red & White terdekat di berbagai kota seperti Jakarta Pusat, Jakarta Barat, Jakarta Selatan, Jakarta Timur, Jakarta Utara, Bekasi, Tangerang, Ambon, dan Bali untuk melengkapi pengalamanmu dalam memilih bir IPA favorit atau minuman lain yang sesuai selera.
Di Red and White, kamu akan menemukan pilihan wine, spirits, dan bir dari yang populer hingga yang langka dengan koleksi yang luas dan harga terbaik, serta pelayanan staf yang ramah dan siap membantu memberikan rekomendasi terbaik untuk setiap kesempatan.
Dengan banyaknya outlet yang tersebar di lokasi-lokasi strategis seperti mal besar dan pusat perbelanjaan ditambah pengalaman belanja yang nyaman, Red & White adalah tempat yang pas untuk mencoba dunia minuman beralkohol, termasuk IPA craft beer yang kamu sukai.