Kenali Peat: Mengapa Beberapa Whisky Berasa Asap dan Menyengat?
Pernahkah kamu mencicipi jenis whiskey yang rasanya seperti kamu menyeruput api unggun di tepi pantai atau aroma asap yang kuat lalu bertanya-tanya kenapa rasanya begitu berbeda dari whisky lainnya? Jawabannya terletak pada peat atau gambut yang dipakai dalam proses pembuatannya.
Mari kita bahas apa itu peated whiskey, bagaimana proses malting dengan peat berlangsung, apa itu PPM (Parts Per Million) dan bagaimana itu mempengaruhi rasa whisky, serta rekomendasi tiga Scotch whisky peated dengan tingkat peat yang berbeda-beda.
Apa Itu Peated Whiskey?
Secara sederhana, peated whisky adalah whisky yang dibuat menggunakan barley (gandum hasil malt) yang telah dikeringkan dengan asap dari pembakaran peat (gambut).
Peat sendiri adalah sekumpulan tumbuhan yang membusuk selama ribuan tahun di tanah basah seperti rawa dan bog, sehingga memiliki karakter yang sangat aromatik ketika dibakar.
Tradisi ini berasal dari Skotlandia, terutama di daerah seperti Islay, dimana peat sangat melimpah dan dulu menjadi bahan bakar utama untuk mengeringkan barley.
Selama proses malting (yaitu tahap awal dimana barley disiapkan untuk fermentasi), barley diletakkan di atas lantai kilning dan asap peat dilewatkan melalui biji-bijian tersebut.
Senyawa aromatik di dalam asap ini akan menempel pada barley. Ketika barley ini digunakan untuk membuat whisky, karakter rasa ini tetap ada hingga produk akhir.
Proses Malting dengan Peat
Proses malting yaitu mengubah biji barley menjadi malt yang bisa difermentasi, melibatkan tiga langkah utama:
- Perendaman biji barley dalam air sehingga mulai berkecambah,
- Germination (perkecambahan) dimana enzim terbentuk,
- Kilning (pengeringan) untuk menghentikan germinasi dan mempersiapkan malt.
Inilah titik di mana peat memainkan peran penting. Ketika barley yang baru saja berkecambah ini dikeringkan dengan asap peat, asap tersebut membawa phenolic compounds yang memberi whisky aroma dan rasa asap yang khas, mulai dari aroma campfire, tar, hingga nuansa laut atau rempah.
Meski prosesnya terlihat sederhana, asal peat, durasi paparan asap, dan jenis pembakaran bisa sangat mempengaruhi rasa akhir whisky. Peat dari daerah pesisir bisa memberikan nuansa seaweed atau medicine, sementara peat dari pegunungan bisa lebih bernuansa woody atau earthy.
PPM (Parts Per Million): Cara Mengukur Peatiness
Untuk mengetahui seberapa “smoky” atau peat-nya whisky, kita menggunakan ukuran yang disebut PPM (Parts Per Million).
Ini menunjukkan kadar phenol (senyawa yang bertanggung jawab atas rasa asap atau peat) di dalam malt barley. Semakin tinggi PPM-nya, semakin kuat karakter peat dalam whisky tersebut.
Berikut gambaran kasar level peat yang sering digunakan di dunia whisky:
- Low Peat (1–10 PPM): Smoky ringan, hanya sebagai sentuhan aroma.
- Medium Peat (10–30 PPM): Smoky terasa dan seimbang dengan rasa lain.
- Heavily Peated (30–50 PPM+): Smoky dominan dengan karakter yang kuat.
- Super Peated (50+ PPM, bahkan 100+ PPM): Smoky benar-benar jadi raja dalam rasa.
Namun, perlu diingat bahwa angka PPM tidak selalu berarti rasanya akan persis seberapa kuat karena karakter smoky juga dipengaruhi oleh proses distilasi dan penuaan dalam tong.
Bagaimana Peat Mempengaruhi Rasa?
Ketika kamu mencicipi whiskey yang dibuat dengan peat, rasa yang muncul bisa sangat beragam, tergantung seberapa banyak peat yang digunakan dan juga asal peat itu sendiri.
Beberapa karakter yang sering ditemukan, terutama pada peated whisky dari Skotlandia antara lain:
- Rasa asap yang kuat,
- Aroma tar, earth, atau vegetal,
- Nuansa laut/seaweed, khususnya di Islay karena iklim dan tanahnya,
- Hint rempah atau smokey sweet yang khas.
Ini juga membuat whiskey jenis ini unik dalam dunia jenis minuman alkohol, karena memberi pengalaman rasa yang tajam, berbeda dari whiskey biasa yang lebih malty atau fruity.
Rekomendasi 3 Scotch Peated dengan Tingkat Peat Berbeda
Agar lebih mudah memahami spektrum rasa peated whisky, berikut rekomendasi tiga whisky mulai dari yang ringan hingga sangat berasap:
1. Lightly Peated – Bowmore (Medium Peat)
Bowmore diproduksi di pulau Islay dan dikenal sebagai whiskey dengan rasa smoky yang seimbang, tidak terlalu mendominasi, tetapi tetap memberikan pengalaman klasik peat smoke. Cocok bagi yang ingin mulai mencoba whisky smoky tanpa merasa kewalahan.
2. Moderately Peated – Laphroaig
Jika kamu ingin yang lebih kuat dan berkarakter, Laphroaig menawarkan profil asap yang lebih tegas dengan sedikit nuansa aroma laut atau medis yang khas Islay.
Ini termasuk dalam kategori medium hingga heavily peated dan sering dianggap sebagai salah satu whisky yang paling menunjukkan peat tradisional Skotlandia.
3. Super Heavily Peated – Octomore (Bruichladdich)
Inilah contoh ekstrem dari peated whisky, seri Octomore dikenal sebagai salah satu whisky dengan kadar peat tertinggi di dunia. Jika kamu benar-benar pecinta rasa asap yang intens dan ingin tantangan rasa, Octomore adalah pilihan yang tak terlupakan.
Tertarik Mencoba Peated Whiskey?
Peated whisky tetap menjadi salah satu jenis whiskey paling unik dan ikonik di dunia, dengan tradisi Scotch yang memanfaatkan asap peat untuk menghadirkan aroma dan rasa yang dramatis serta kompleks.
Proses malting dengan peat menghasilkan senyawa phenol yang menciptakan karakter smoky mulai dari sentuhan ringan hingga kepulan asap tebal yang intens, terukur melalui PPM.
Dari pilihan merek whiskey terbaik yang cocok untuk pemula hingga opsi berasap ekstrem bagi pecinta karakter bold, peated whisky menawarkan spektrum rasa yang mampu memuaskan berbagai selera.
Jika kamu ingin merasakan pengalaman rasa ini secara langsung, silahkan kunjungi toko Red & White terdekat yang tersebar di Jakarta Pusat, Jakarta Barat, Jakarta Selatan, Jakarta Timur, Jakarta Utara, Bekasi, Tangerang, Ambon, dan Bali. Selamat menemukan favoritmu!
