Apa Itu Sake? Panduan Lengkap Untuk Pemula
Kemungkinan besar kamu sudah pernah mendengar istilah sake. Nggak heran, minuman khas Jepang ini memang cukup terkenal di berbagai belahan dunia. Tapi, apakah kamu sudah tahu apa itu sake, bagaimana cara pembuatannya, dan apa saja jenisnya?
Buat kamu yang masih pemula dan ingin mengenal minuman khas Jepang ini lebih jauh, yuk, simak panduan lengkap tentang sake berikut ini!
Apa Itu Sake?
Di luar Jepang, istilah sake merujuk pada satu jenis minuman beralkohol khas Jepang yang dibuat melalui proses fermentasi beras. Namun, di Jepang sendiri, kata sake secara harfiah berarti minuman beralkohol secara umum. Jadi, istilah ini sebenarnya bisa digunakan untuk menyebut berbagai jenis minuman beralkohol.
Minuman yang kita kenal sebagai sake justru disebut nihonshu (wine dari Jepang) atau seishu (istilah legal untuk sake).
Sake dibuat menggunakan beras yang difermentasi dengan bantuan ragi dan koji. Seperti minuman beralkohol lainnya, sake juga punya banyak variasi dengan karakter rasa dan aroma yang berbeda-beda.
Secara umum, kadar alkohol sake berkisar antara 15% hingga 20% ABV, meskipun beberapa jenis memiliki kadar alkohol yang lebih rendah.
Istilah Penting dalam Dunia Sake
Sebelum mengenal berbagai jenis sake, ada beberapa istilah yang perlu kamu pahami terlebih dahulu. Istilah-istilah ini akan membantu kamu mengenali kualitas, proses pembuatan, dan karakter sake yang ingin dicoba.
1. Koji
Koji adalah jenis jamur yang digunakan dalam proses pembuatan sake untuk mengubah pati (starch) dalam beras menjadi gula.
Proses ini penting karena ragi membutuhkan gula untuk menghasilkan alkohol melalui fermentasi. Tanpa koji, proses pembuatan sake tidak akan berjalan seperti yang seharusnya.
2. Seimaibuai
Bahan utama untuk membuat nihonshu adalah beras. Namun, sebelum digunakan, beras harus melalui proses penggilingan atau pemolesan yang disebut rice polishing.
Proses ini bertujuan untuk menghilangkan lapisan luar beras dan menyisakan bagian tengahnya yang kaya akan pati. Persentase beras yang tersisa setelah proses pemolesan disebut seimaibuai.
Biar lebih mudah dipahami, coba lihat contoh berikut:
- 60% seimaibuai: Artinya, 40% bagian beras sudah dihilangkan dan tersisa 60%.
- 50% seimaibuai: Artinya, setengah bagian beras sudah dihilangkan.
- 70% seimaibuai: Artinya, 30% bagian beras sudah dihilangkan.
Semakin kecil angka seimaibuai, semakin banyak bagian luar beras yang dihilangkan.
Proses pemolesan ini berpengaruh terhadap karakter dan klasifikasi sake. Untuk jenis premium seperti Ginjo dan Daiginjo, beras dipoles lebih banyak agar menghasilkan profil rasa dan aroma yang lebih halus.
3. Junmai
Dalam bahasa Jepang, Junmai berarti “beras murni” atau pure rice.
Ketika kamu melihat tulisan Junmai pada botol sake, artinya minuman tersebut dibuat hanya menggunakan empat bahan utama, yaitu beras, air, ragi, dan koji, tanpa tambahan alkohol hasil distilasi.
Sebaliknya, sake yang tidak memiliki label Junmai bisa saja menggunakan tambahan alkohol hasil distilasi dalam proses pembuatannya.
Jenis-Jenis Sake yang Perlu Kamu Ketahui
Ada beberapa jenis sake yang dibedakan berdasarkan tingkat pemolesan beras (seimaibuai), bahan yang digunakan, serta proses pembuatannya.
Berikut beberapa jenis sake yang paling umum ditemukan:

1. Junmai (Seimaibuai minimal 70%)
Junmai adalah jenis nihonshu yang dibuat hanya menggunakan beras, air, ragi, dan koji tanpa tambahan alkohol hasil distilasi.
Sake jenis ini umumnya memiliki karakter rasa yang lebih kuat, kaya, dan sedikit asam. Karena rasa berasnya cukup terasa, Junmai cocok untuk kamu yang ingin menikmati karakter sake yang lebih autentik.
2. Daiginjo dan Junmai Daiginjo (Seimaibuai maksimal 50%)
Daiginjo dan Junmai Daiginjo termasuk kategori sake premium dengan proses pemolesan beras yang lebih tinggi.
Keduanya dikenal memiliki aroma yang kompleks, tetapi tetap ringan dan halus saat diminum.
Perbedaannya terletak pada bahan yang digunakan. Daiginjo memperbolehkan penambahan sedikit alkohol hasil distilasi, sedangkan Junmai Daiginjo hanya menggunakan beras, air, ragi, dan koji.
3. Ginjo dan Junmai Ginjo (Seimaibuai maksimal 60%)
Ginjo merupakan kategori sake premium yang dikenal dengan karakter rasa fruity, ringan, dan aromatik.
Karakter ini dihasilkan melalui proses pemolesan beras, fermentasi pada suhu yang lebih rendah, serta penggunaan ragi khusus.
Sama seperti Daiginjo, Ginjo bisa menggunakan tambahan alkohol hasil distilasi, sedangkan Junmai Ginjo tidak menggunakannya.
4. Honjozo (Seimaibuai maksimal 70%)
Honjozo merupakan jenis sake yang menggunakan sedikit tambahan alkohol hasil distilasi dalam proses pembuatannya.
Penambahan alkohol ini bertujuan untuk membantu mengeluarkan aroma dan menghasilkan karakter rasa tertentu.
Secara umum, Honjozo memiliki rasa yang ringan, clean, dan mudah dinikmati. Cocok buat kamu yang ingin mencoba sake tanpa karakter rasa yang terlalu kuat.
5. Futsushu (Seimaibuai sekitar 70%–93%)
Futsushu sering disebut sebagai table sake atau sake untuk konsumsi sehari-hari.
Berbeda dari kategori sake premium, Futsushu tidak memiliki persyaratan pemolesan beras yang seketat Ginjo atau Daiginjo. Karena itu, karakter rasanya bisa lebih beragam, termasuk yang cenderung kuat.
Futsushu biasanya lebih mudah ditemukan sebagai pilihan sake untuk menemani hidangan sehari-hari.
Jenis-Jenis Sake yang Perlu Kamu Ketahui
Ada beberapa jenis sake yang dibedakan berdasarkan tingkat pemolesan beras (seimaibuai), bahan yang digunakan, serta proses pembuatannya.
Berikut beberapa jenis sake yang paling umum ditemukan:
Cara Menikmati Sake agar Lebih Nikmat
Ada banyak cara untuk menikmati sake. Kamu bisa mengikuti cara tradisional Jepang atau menyesuaikannya dengan preferensi pribadi.
Kalau ingin menikmati sake dengan cara tradisional, kamu bisa menggunakan cangkir kecil khas Jepang yang disebut ochoko. Sementara itu, jika ingin lebih leluasa menikmati aroma sake, gunakan gelas dengan bagian mulut yang lebih lebar.
Menariknya, sake bisa dinikmati dalam kondisi dingin maupun hangat. Pilihan suhu penyajian biasanya bergantung pada jenis sake dan selera masing-masing.
Berikut beberapa cara menikmati sake:
- Cold Sake: Disajikan dalam keadaan dingin untuk menonjolkan kesegaran dan aroma fruity, terutama pada sake jenis Ginjo dan Daiginjo.
- Room Temperature: Disajikan pada suhu ruang agar karakter rasa dan aromanya bisa dinikmati dengan lebih seimbang.
- Warm Sake: Dihangatkan untuk memberikan sensasi yang lebih nyaman dan menonjolkan karakter rasa tertentu. Cara ini sering digunakan untuk sake seperti Junmai dan Honjozo.
Sekarang kamu sudah lebih mengenal minuman beralkohol khas Jepang yang satu ini.
Tertarik untuk Mencoba Sendiri?
Red & White punya berbagai pilihan sake dengan karakter dan rasa yang berbeda-beda untuk kamu eksplorasi.
Saatnya manjakan diri dengan koleksi sake premium dari Red & White! Nikmati kemudahan berbelanja dan layanan pengiriman langsung ke rumah. Kunjungi Red & White Shop dan temukan minuman favoritmu!