jenis fortified wine
Published by Elissa D

Apa Itu Fortified Wine dan Jenis-Jenisnya

Kalau kamu suka wine atau baru mulai tertarik dunia wine, mungkin pernah dengar istilah fortified wine. Namanya terdengar agak “berat”, tapi sebenarnya konsepnya cukup sederhana dan justru menarik untuk dipelajari.

Fortified wine punya karakter rasa yang unik, kadar alkohol yang lebih tinggi dari wine biasa, dan sering disajikan dalam momen-momen spesial.

Di artikel ini, kita akan bahas tuntas mulai dari apa itu fortified wine, bagaimana proses pembuatannya, perbandingan kadar alkoholnya dengan wine biasa, jenis-jenis fortified wine yang populer, cara menikmatinya, sampai food pairing yang cocok. Yuk baca terus!

Apa Itu Fortified Wine?

Fortified wine adalah jenis wine yang ditambahkan alkohol (biasanya brandy atau spirit anggur) selama atau setelah proses fermentasi. Penambahan alkohol inilah yang disebut sebagai fortification.

Berbeda dengan wine biasa yang kadar alkoholnya hanya berasal dari hasil fermentasi gula alami dalam anggur, fortified wine “diperkuat” dengan alkohol tambahan. Kadar alkohol lebih tinggi, rasa lebih kompleks, dan daya simpan yang jauh lebih lama.

Awalnya, fortified wine diciptakan bukan untuk gaya-gayaan, tapi untuk kebutuhan praktis. Pada zaman dulu, wine sering rusak saat dikirim jarak jauh menggunakan kapal. Dengan menambahkan alkohol, wine jadi lebih stabil dan tidak mudah rusak selama perjalanan panjang.

Proses Pembuatan Fortified Wine

Meski tiap jenis fortified wine punya teknik spesifik, secara umum proses pembuatannya melewati tahapan berikut:

1. Fermentasi Anggur

Seperti wine biasa, proses dimulai dari fermentasi jus anggur. Ragi akan mengubah gula menjadi alkohol.

2. Penambahan Alkohol (Fortification)

Di sinilah perbedaannya. Alkohol netral atau brandy anggur ditambahkan pada tahap tertentu. Waktu penambahan alkohol ini sangat menentukan rasa akhir, dimana:

a. Ditambahkan saat fermentasi masih berlangsung

  • Fermentasi berhenti lebih cepat
  • Gula tersisa lebih banyak
  • Hasilnya wine lebih manis

b. Ditambahkan setelah fermentasi selesai

  • Gula sudah habis
  • Hasilnya lebih kering

3. Pematangan (Aging)

Sebagian fortified wine disimpan dalam barrel kayu selama bertahun-tahun. Proses ini memberi aroma tambahan seperti kacang, karamel, vanilla, hingga rempah.

4. Blending dan Bottling

Beberapa fortified wine dicampur dari berbagai tahun panen (blending) untuk mendapatkan rasa yang konsisten sebelum dibotolkan.

Perbandingan Kadar Alkohol Fortified Wine vs Wine Biasa

Salah satu perbedaan paling jelas antara fortified wine dan wine biasa terletak pada kadar alkoholnya. Wine biasa umumnya memiliki kadar alkohol di kisaran 9–14% ABV, yang sepenuhnya berasal dari proses fermentasi alami anggur.

Sementara itu, fortified wine memiliki kadar alkohol yang lebih tinggi, yaitu sekitar 15–22% ABV, karena adanya penambahan alkohol selama atau setelah fermentasi.

Dengan kadar alkohol yang lebih tinggi ini, fortified wine biasanya disajikan dalam porsi yang lebih kecil dibanding wine biasa. Saat diminum, sensasi hangat di mulut terasa lebih kuat, dan karakter rasanya pun cenderung lebih “berisi”, kaya, dan kompleks.

Namun, meskipun alkoholnya lebih tinggi, fortified wine tidak selalu terasa keras atau menyengat. Banyak jenis fortified wine yang justru terasa lembut, manis, dan sangat aromatik, sehingga tetap nyaman dinikmati, bahkan bagi peminum wine pemula.

Jenis-Jenis Fortified Wine yang Populer

Ada banyak jenis fortified wine di dunia, tetapi beberapa di antaranya menjadi yang paling terkenal dan paling sering ditemui karena karakter rasanya yang khas serta sejarahnya yang panjang. Masing-masing punya gaya, tingkat kemanisan, dan cara menikmati yang berbeda.

1. Port Wine

Port wine dikenal sebagai fortified wine yang manis, kaya rasa, dan bertekstur tebal. Karakter utamanya didominasi oleh buah-buahan gelap seperti blackberry dan plum, dengan sentuhan cokelat dan rempah yang hangat.

Port memiliki beberapa gaya yang umum ditemui, seperti Ruby Port, Tawny Port, serta Vintage Port yang dianggap sebagai kualitas tertinggi dan dibuat untuk disimpan dalam jangka panjang.

Karena rasanya yang manis dan intens, Port wine sangat cocok dinikmati sebagai penutup makan malam atau pendamping dessert.

2. Sherry

Sherry adalah fortified wine asal Spanyol yang terkenal dengan variasi gaya yang sangat luas, mulai dari yang super kering hingga sangat manis. Varian Fino dan Manzanilla termasuk yang paling kering dan ringan, dengan rasa segar dan clean.

Amontillado menawarkan karakter kacang yang lebih kompleks, sementara Oloroso terasa lebih kaya dan bold. Di sisi paling manis, ada Pedro Ximénez (PX) yang teksturnya kental dan rasanya menyerupai sirup kismis.

Selain diminum, Sherry juga sering digunakan dalam dunia kuliner untuk memperkaya rasa masakan.

3. Madeira

Madeira memiliki keunikan tersendiri karena melalui proses pemanasan sengaja saat pematangan, yang membuat wine ini sangat stabil dan tahan lama, bahkan setelah botol dibuka.

Karakter rasanya biasanya menampilkan kombinasi asam segar, karamel, dan kacang panggang. Salah satu hal paling menarik dari Madeira adalah ketahanannya terhadap oksidasi, sehingga wine ini hampir tidak pernah “rusak” dan bisa disimpan sangat lama.

4. Marsala

Marsala adalah fortified wine yang memiliki rentang rasa dari kering hingga manis. Wine ini cukup populer tidak hanya untuk diminum, tetapi juga sebagai bahan masakan, terutama pada hidangan klasik seperti chicken marsala.

Secara umum, Marsala dibagi menjadi Secco (kering), Semi-secco, dan Dolce (manis). Fleksibilitas inilah yang membuat Marsala sering disebut sebagai bintang di dapur sekaligus di meja makan.

5. Vermouth

Vermouth merupakan fortified wine yang diperkaya dengan infusi berbagai herbal, rempah, dan botanicals, sehingga aromanya sangat khas. Dua gaya utamanya adalah Dry Vermouth yang kering dan Sweet Vermouth yang lebih manis.

Vermouth sangat terkenal sebagai bahan dasar atau pendamping dalam berbagai cocktail klasik seperti Martini dan Negroni, meskipun juga nikmat diminum sendiri sebagai aperitif.

Cara Menikmati Fortified Wine

Karena karakteristiknya unik, cara menikmatinya juga sedikit berbeda dari wine biasa.

1. Gunakan Gelas yang Tepat

Biasanya menggunakan gelas lebih kecil untuk mengontrol alkohol dan aroma.

2. Sajikan dengan Suhu yang Sesuai

  • Fortified wine manis: sedikit dingin
  • Fortified wine kering: dingin ringan atau suhu ruang

3. Minum Perlahan

Fortified wine bukan tipe wine untuk diteguk cepat. Nikmati aromanya, rasanya, dan aftertaste-nya.

4. Bisa Jadi Aperitif atau Digestif

  • Aperitif: sebelum makan (contoh: Fino Sherry)
  • Digestif: setelah makan (contoh: Port, Madeira)

Food Pairing yang Cocok dengan Fortified Wine

Food pairing yang tepat bisa bikin fortified wine terasa jauh lebih nikmat.

  • Port Wine: Dark chocolate, Blue cheese, Dessert cokelat, Kacang panggang
  • Sherry: Seafood, Jamón (ham Spanyol), Keju keras
  • Madeira: Kacang panggang, Dessert berbasis karamel, Keju tua
  • Marsala: Tiramisu, Masakan berbasis jamur, Daging dengan saus krim
  • Vermouth: Olive, Cheese platter, Snack asin

Beli Wine Hanya di Red & White!

Dengan kadar alkohol yang lebih tinggi dan proses pembuatan yang unik, fortified wine cocok dinikmati dalam berbagai momen. Mengenal jenis-jenisnya akan membantu kamu memilih jenis wine yang paling sesuai dengan selera dan kebutuhan.

Kalau kamu tertarik untuk mencoba atau menambah koleksi fortified wine, kamu bisa langsung mengunjungi liquor store Red & White terdekat yang tersebar di Jakarta PusatJakarta BaratJakarta SelatanJakarta TimurJakarta UtaraBekasiTangerangAmbon, dan Bali.

Di sana, kamu bisa menemukan berbagai pilihan fortified wine berkualitas dengan staf yang siap membantu rekomendasi merek wine yang cocok untuk kamu.

Enjoy the best drinks from us!

Grab your favorite alcoholic drink, from wine to whiskey, we serve in quality!

Elissa D

Share this article

Tags

Popular post

Is Mixing Different Types of Alcohol Bad for You?

From Hell to Your Glass: The Top 12 Strongest Alcohol Drinks in the World

The History of Jägermeister

Related post

Apa Itu Fortified Wine dan Jenis-Jenisnya

Memahami Anatomi Rasa Wine: Asam, Tannin, Level Alkohol, & Manis

Wine Tua Vs Wine Muda: Sebaiknya Disimpan atau Diminum Sekarang?

Recent Promos

Visit us and discover
our latest promo

Red & White Terminal 2D Domestic Departure (Travel Retail Duty Paid)

Red & White W&S Cilandak Town Square

Red & White Senayan City Mall

Red & White Ratu Plaza

Wa Logo

Hotline & Chat