Ketahui Aturan Membawa Minuman Beralkohol di Pesawat
Membawa minuman beralkohol di pesawat sebenarnya boleh-boleh saja, asalkan mengikuti aturan yang berlaku. Banyak orang ingin membawa wine kesukaan dari luar negeri, membeli sake khas Jepang saat liburan, atau membawa minuman premium sebagai oleh-oleh. Tapi kalau salah langkah, bisa-bisa minuman disita saat security check atau malah membuat kena bea cukai lebih besar di bandara.
Agar perjalananmu tetap aman, nyaman, dan bebas drama, yuk kita bahas aturan bawa minuman alkohol di pesawat secara lengkap. Yuk simak!
Aturan Umum Membawa Minuman Beralkohol di Pesawat
Setiap maskapai dan negara punya aturan berbeda, tapi secara umum ada tiga hal yang mesti kamu tahu:
a. Aturan Bandara (jaringan keamanan internasional)
Peraturan ini mengatur apa yang boleh dibawa ke kabin, terutama terkait cairan. Cairan di kabin dibatasi maksimal 100 ml per botol, total maksimal 1 liter per penumpang. Ini berlaku untuk semua cairan, termasuk minuman alkohol.
Artinya sebuah botol alkohol 700 ml atau 1.000 ml (1 liter) tidak boleh masuk kabin, kecuali dibeli di duty free atau toko minuman alkohol di bandara.
b. Aturan Maskapai
Maskapai biasanya mengizinkan:
- Alkohol ≤70% ABV untuk dibawa di bagasi terdaftar.
- Alkohol ≥70% ABV dilarang dibawa di pesawat (kabin maupun bagasi).
c. Aturan Bea Cukai Negara Tujuan
Setiap negara punya batasan jumlah alkohol yang bisa dibawa tanpa bayar pajak. Indonesia pun punya batasnya, dan akan kita bahas detail nanti.
Batasan Kadar Alkohol yang Boleh Dibawa di Pesawat
Batas kadar alkohol sangat penting karena berkaitan dengan keamanan penerbangan. Berikut aturan internasional yang biasanya berlaku:
A. Alkohol ≤24% ABV
Alkohol ≤24% ABV oleh dibawa di kabin (dalam batas 100 ml per botol) dan bagasi dengan jumlah lebih fleksibel. Beberapa contohnya: bir, cider, beberapa ready-to-drink low alcohol.
B. Alkohol 24–70% ABV
Alkohol 24–70% ABV boleh dibawa, tetapi hanya di bagasi kecuali dibeli dari duty free. Contohnya wine, vodka, gin, whisky, rum, tequila, sake.
C. Alkohol >70% ABV
Alkohol >70% ABV dilarang dibawa dalam bentuk apapun karena dianggap bahan berbahaya (flammable liquid). Contohnya alkohol murni ataupun spiritus.
Tarif Bea Cukai Minuman Beralkohol
Setelah tahu kenapa minuman beralkohol bisa kena bea cukai dan aturan dasarnya, sekarang kita masuk ke hal yang paling sering bikin orang penasaran: berapa sih tarif bea cukai untuk minuman beralkohol?
Jawabannya: beda-beda, tergantung golongan alkoholnya dan apakah minuman itu buatan lokal atau impor dari luar negeri.
Biar gampang, berikut penjelasan tiap golongannya untuk bea cukai Indonesia:
1. Minuman Beralkohol Golongan A
Golongan A ini adalah minuman dengan kadar alkohol paling rendah. Contohnya bir atau beberapa jenis minuman alkohol yang ringan. Karena alkoholnya kecil, tarif cukainya pun lebih kecil.
- Tarif cukai terbaru (2024): Rp16.500 per liter
- Berlaku untuk produk lokal dan impor.
Jadi meskipun kamu beli bir dari luar negeri atau produksi sendiri, cukainya tetap sama.
2. Minuman Beralkohol Golongan B
Golongan B kadar alkoholnya ada di rentang 5–20%, misalnya wine, sake, dan soju. Karena alkoholnya lebih tinggi dari golongan A, otomatis cukainya juga sedikit lebih mahal.
- Produksi dalam negeri: Rp42.500 per liter
- Impor: Rp53.500 per liter
Kalau minumannya datang dari luar negeri, tarif cukainya memang lebih tinggi dibanding produk lokal.
3. Minuman Beralkohol Golongan C
Nah ini dia kategori yang punya kadar alkohol paling tinggi, yaitu di atas 20%. Contohnya vodka, whisky, rum, dan juga arak. Karena alkoholnya tinggi, tarif cukainya juga paling mahal.
- Produksi dalam negeri: Rp101.000 per liter
- Impor: Rp152.000 per liter
Khusus impor, tarifnya jauh lebih besar karena selain alkoholnya tinggi, biasanya produk premium juga masuk kategori ini.
Tips Aman Membawa Minuman Alkohol di Pesawat
Supaya perjalananmu aman, botol tidak pecah, dan bebas masalah bea cukai, ikuti tips berikut:
1. Bawa di Bagasi Terdaftar (Checked Baggage)
Bagasi terdaftar biasanya tempat paling aman untuk menyimpan botol alkohol. Aturan cairan 100 ml di kabin nggak berlaku di sini, dan risiko pemeriksaan cairan di security berkurang.
2. Gunakan Bubble Wrap dan Pakaian (Packing Cushioning)
Botol kaca rawan pecah dan ini berlaku untuk minuman alkohol. Cara paling murah dan efektif: bungkus botol dengan beberapa lapis bubble wrap lalu tambahkan lapisan pakaian untuk peredam benturan. Letakkan botol di tengah koper supaya tekanan dari luar tidak langsung mengenai botol.
Contoh langkah demi langkah:
- Bungkus botol whisky dengan 3-4 lapis bubble wrap, rekatkan.
- Masukkan botol ke dalam kaos tebal atau handuk.
- Letakkan di tengah koper, kelilingi dengan baju lain (kaos, celana jeans).
- Isi sudut-sudut koper dengan sepatu atau barang lunak supaya botol “terjepit” aman.
3. Gunakan Wine Travel Bag / Botol Inflatable
Ada tas travel khusus botol (wine travel bag) atau kantong inflatable yang dirancang menyerap benturan dan tahan bocor. Harganya terjangkau dan jauh lebih aman dibanding bungkus seadanya.
Jika koper tertekan, kantong ini menyerap benturan sehingga botol tidak pecah. Cocok kalau sering bawa botol ketika pulang dari liburan.
4. Jangan Membawa Lebih dari Batas Bea Cukai (1 Liter)
Di Indonesia (dan banyak negara lain) ada batas bebas bea cukai untuk alkohol. Kalau melebihi, kamu harus bayar cukai + pajak. Supaya nggak kejutan di arrival hall, bawa maksimal batas bebas atau siapkan dana untuk bayar pajak bila melebihi.
5. Simpan Struk Pembelian
Struk duty free atau bukti pembelian penting untuk pembuktian asal barang dan pembelian sah. Saat transit atau pemeriksaan imigrasi/bea cukai, petugas mungkin minta bukti pembelian. Struk juga penting kalau botol dibeli duty free supaya kamu bisa membuktikan botol tersebut dibeli setelah melewati security.
6. Jangan Minum Alkohol Sendiri di Pesawat
Banyak maskapai melarang penumpang membuka dan minum alkohol yang dibawa sendiri karena aturan keselamatan dan pelayanan. Hanya alkohol yang disajikan oleh kru kabin/airline yang boleh dikonsumsi. Selain itu, minum alkohol berlebihan di pesawat bisa dilarang terbang.
7. Cek Aturan Negara Tujuan
Aturan masuk dan pembatasan alkohol berbeda-beda antar negara. Beberapa negara punya aturan ketat atau pantangan sama sekali. Selain itu, aturan transit juga perlu dicek.
Kalau tujuan atau transit di negara dengan aturan ketat (misalnya, beberapa negara di Timur Tengah), sebaiknya jangan bawa alkohol sama sekali atau lakukan riset dulu.
Kalau transit di negara A dan lanjut ke negara B, cek apakah botol duty free yang tersegel tetap boleh dibawa untuk penerbangan lanjutan tanpa harus dimasukkan ke bagasi terdaftar.
Beli di Red & White Store!
Membawa minuman beralkohol di pesawat sebenarnya tidak serumit yang dibayangkan. Dengan persiapan yang benar, kamu bisa bepergian sambil tetap membawa minuman favoritmu tanpa takut botol pecah atau terkena masalah di imigrasi.
Dan kalau setelah membaca artikel ini kamu jadi ingin mencoba berbagai jenis minuman beralkohol, kamu bisa langsung mampir ke Red & White, salah satu liquor store paling lengkap dan terpercaya di Indonesia.
Red & White juga punya banyak cabang di berbagai bandara, jadi kamu bisa belanja dengan mudah sebelum berangkat atau setelah mendarat. Selain itu, Red & White tersebar di Jakarta Pusat, Jakarta Barat, Jakarta Selatan, Jakarta Timur, Jakarta Utara, Bekasi, Tangerang, Ambon, dan Bali.
Koleksinya super lengkap, pelayanan ramah, dan harga terbaik. Jadi, pastikan kunjungi Red & White terdekat untuk menemukan minuman yang kamu suka!
