Wine Terms 101: Daftar Istilah Wine yang Sering Dipakai Pecinta Wine dan Bartender
Pernah dengar seseorang berkata, “Wine ini body-nya full banget dengan finish yang smooth dan aroma oaky yang kuat” lalu kamu cuma bisa mengangguk sambil pura-pura paham?
Dunia wine memang punya banyak istilah khusus yang sering digunakan oleh pecinta wine, sommelier, bartender, hingga staf restoran fine dining. Sekilas memang terdengar rumit dan mahal, padahal sebagian besar istilah wine sebenarnya cukup mudah dipahami.
Nah, kalau selama ini kamu bingung dengan istilah seperti tannin, body, dry, atau vintage, artikel ini akan membantu memahami semuanya dengan cara yang simpel dan mudah dimengerti. Yuk kenalan dengan berbagai istilah wine yang paling sering dipakai!
Kenapa Penting Mengetahui Istilah Wine?
Banyak orang mengira istilah wine hanya digunakan oleh sommelier atau kolektor wine profesional. Padahal, memahami istilah wine punya banyak manfaat untuk siapa saja, bahkan untuk pemula sekalipun.
A. Membantu Memilih Wine yang Sesuai Selera
Setiap wine punya karakter berbeda. Ada yang ringan dan fruity, ada juga yang bold dan kompleks. Dengan memahami istilah wine, kamu jadi tahu wine seperti apa yang cocok untuk selera pribadi kamu.
Misalnya jika kamu suka rasa ringan dan segar, kamu mungkin cocok dengan wine yang disebut light-bodied. Kalau suka rasa lebih kuat dan pekat, full-bodied wine pilihannya.
B. Lebih Percaya Diri Saat Memesan Wine
Pernah bingung saat melihat wine menu di restoran? Mengetahui istilah wine membuat kamu lebih nyaman saat memesan dan tidak asal pilih.
Kamu juga jadi lebih mudah menjelaskan preferensi kamu kepada bartender atau sommelier.
C. Membantu Menikmati Wine dengan Lebih Maksimal
Wine bukan hanya soal minum, tapi juga pengalaman menikmati aroma, rasa, tekstur, dan aftertaste. Semakin kamu memahami istilah wine, semakin kamu bisa menghargai detail dari setiap gelas wine.
D. Mempermudah Memahami Review Wine
Banyak review wine menggunakan istilah khusus. Kalau kamu memahami artinya, kamu bisa lebih mudah menentukan apakah wine tersebut cocok atau tidak.
E. Menambah Wawasan dan Pengalaman Sosial
Wine sering hadir di acara formal, fine dining, networking, hingga pesta. Memahami istilah wine bisa membantu kamu lebih nyaman saat berdiskusi atau menikmati wine bersama orang lain.
20 Wine Terms yang Sering Dipakai Pecinta Wine dan Bartender
Berikut daftar istilah wine paling umum yang wajib diketahui.
1. Body
Body mengacu pada “berat” atau sensasi wine di mulut. Biasanya dibagi menjadi:
- Light-bodied
- Medium-bodied
- Full-bodied
Semakin tinggi kandungan alkohol dan tekstur wine, biasanya body-nya terasa semakin berat.
2. Dry
Banyak orang mengira dry berarti wine tidak mengandung cairan. Padahal, istilah ini berarti wine memiliki sedikit atau hampir tidak ada kandungan gula. Dry wine biasanya terasa tidak manis.
3. Sweet
Kebalikan dari dry, sweet wine memiliki kadar gula yang lebih tinggi sehingga terasa manis. Sweet wine cocok untuk:
- Dessert
- Pemula yang baru mencoba wine
- Pairing dengan makanan manis
4. Tannin
Tannin adalah senyawa alami dari kulit anggur, biji, dan kayu oak yang memberikan sensasi sepat atau kering di mulut. Wine dengan tannin tinggi biasanya terasa lebih bold dan kompleks.
5. Acidity
Acidity adalah tingkat keasaman wine yang membuat rasa wine terasa segar dan hidup. Wine dengan acidity tinggi biasanya terasa crisp, fresh dan refreshing. Acidity penting agar wine tidak terasa flat.
6. Finish
Finish adalah rasa yang tertinggal di mulut setelah wine ditelan. Semakin panjang finish-nya, biasanya kualitas wine dianggap semakin baik.
Contoh:
- Short finish
- Long finish
- Smooth finish
7. Aroma
Aroma adalah wangi yang muncul dari wine. Aroma wine bisa sangat beragam seperti:
- Buah-buahan
- Vanilla
- Cokelat
- Rempah
- Kayu
- Floral
8. Bouquet
Sekilas mirip aroma, tetapi bouquet biasanya mengacu pada aroma kompleks yang berkembang seiring proses aging wine.
Bouquet sering ditemukan pada wine yang sudah matang atau disimpan lama.
9. Vintage
Vintage menunjukkan tahun panen anggur yang digunakan untuk membuat wine. Cuaca pada tahun panen sangat memengaruhi kualitas wine.
10. Oak / Oaky
Istilah ini digunakan ketika wine memiliki karakter rasa atau aroma dari barrel kayu oak. Biasanya muncul rasa seperti:
- Vanilla
- Smoky
- Caramel
- Toasty
Wine yang aging di oak barrel sering terasa lebih kompleks.
11. Crisp
Crisp menggambarkan wine yang terasa segar dan ringan dengan acidity tinggi. Biasanya digunakan untuk white wine seperti:
- Sauvignon Blanc
- Pinot Grigio
12. Fruity
Wine fruity memiliki karakter aroma atau rasa buah yang kuat. Contoh aroma:
- Cherry
- Berry
- Apple
- Citrus
- Peach
Fruity tidak selalu berarti manis.
13. Earthy
Earthy digunakan untuk wine dengan aroma yang mengingatkan pada tanah, daun kering, jamur, atau herbal. Karakter earthy cukup populer di kalangan pecinta red wine.
14. Bold
Bold berarti wine memiliki rasa kuat, intens, dan kuat.
Biasanya:
- Body lebih berat
- Alkohol lebih tinggi
- Tannin lebih terasa
15. Smooth
Smooth menggambarkan wine yang terasa lembut dan mudah diminum.
Biasanya wine smooth memiliki:
- Tannin lembut
- Tekstur halus
- Finish nyaman
16. Legs
Pernah melihat cairan wine menetes di sisi gelas setelah diputar? Itulah yang disebut legs atau tears.
Legs sering dikaitkan dengan kandungan alkohol dan tekstur wine.
17. Aeration
Aeration adalah proses memberikan kontak udara pada wine agar aroma dan rasanya lebih terbuka.
Biasanya dilakukan dengan:
- Memutar wine di gelas
- Menggunakan decanter
18. Decanting
Decanting adalah proses menuangkan wine ke wadah lain sebelum diminum.
Tujuannya:
- Memisahkan endapan
- Membantu wine “bernapas”
- Mengembangkan aroma
19. Full-Bodied
Istilah ini sering dipakai untuk wine dengan tekstur berat dan rasa pekat.
Karakteristik:
- Kaya rasa
- Tannin lebih terasa
- Alkohol lebih tinggi
Beberapa contohnya seperti Shiraz dan Cabernet Sauvignon.
20. Pairing
Pairing berarti mencocokkan wine dengan makanan tertentu agar rasa keduanya semakin nikmat.
Contoh pairing populer:
- Red wine dengan steak
- White wine dengan seafood
- Sweet wine dengan dessert
Temukan Wine Favorit Kamu di Red & White
Jadi, setelah mengenal berbagai istilah wine yang sering digunakan pecinta wine dan bartender, sekarang kamu tidak perlu lagi bingung saat membaca label wine atau memilih red wine atau white wine.
Kalau kamu ingin mulai mencoba berbagai jenis wine sambil mempraktikkan istilah-istilah yang sudah dipelajari, kamu bisa langsung mengunjungi alcohol store Red & White terdekat.
Red & White menyediakan koleksi wine lengkap dari berbagai negara dan karakter rasa, mulai dari yang fruity, smooth, hingga full-bodied untuk semua level pecinta wine, termasuk pemula.
Temukan store Red & White yang tersebar di Jakarta Pusat, Jakarta Barat, Jakarta Selatan, Jakarta Timur, Jakarta Utara, Tangerang, dan Bali, lalu nikmati pengalaman memilih wine favorit dengan lebih percaya diri dan menyenangkan!