struktur rasa wine
Published by Elissa D

Memahami Anatomi Rasa Wine: Asam, Tannin, Level Alkohol, & Manis

Buat banyak orang, wine sering terdengar ribet. Ada yang bilang terlalu asam, ada yang terasa pahit, ada juga yang manis dan ringan. Padahal, kalau kita bedah pelan-pelan, rasa wine itu sebenarnya bisa dijelaskan dengan cukup sederhana.

Semua karakter rasa wine dibentuk oleh empat komponen struktural utama, yaitu asam, tannin, alkohol, dan manis. Keempat elemen inilah yang bekerja bersama membentuk sensasi di lidah, keseimbangan rasa, dan bahkan kesan ringan atau berat saat wine diminum. Ingin tahu lebih lanjut? Yuk baca terus!

Apa Itu Anatomi Rasa dalam Wine?

Anatomi rasa wine bisa diibaratkan seperti struktur tubuh manusia. Bukan cuma soal enak atau tidak, tapi bagaimana rasa itu tersusun dan terasa di mulut.

Saat meneguk wine, lidah dan mulut kita sebenarnya sedang “membaca” beberapa hal sekaligus:

  • Apakah terasa segar atau menusuk?
  • Apakah mulut terasa kering?
  • Apakah hangat di tenggorokan?
  • Apakah ada rasa manis tersisa?

Semua pertanyaan itu jawabannya ada di empat komponen utama dalam struktur rasa wine.

4 Struktur Utama Anatomi Rasa Wine

Saat kamu meneguk wine, sebenarnya ada banyak sensasi yang bekerja bersamaan di lidah dan mulut—mulai dari rasa segar, kering, hangat, hingga sedikit manis di akhir. Nah, untuk selengkapnya cek penjelasan berikut:

1. Asam (Acidity): Sumber Kesegaran Wine

Asam adalah komponen penting yang memberi kesan segar, cerah, dan hidup pada wine. Tanpa kehadiran asam, wine akan terasa datar, berat, bahkan cepat bikin enek saat diminum.

Asam dalam wine berasal secara alami dari buah anggur itu sendiri, mirip seperti rasa asam yang kita temukan pada jeruk atau apel hijau. Inilah elemen yang membuat wine terasa menyegarkan, bukan melelahkan di lidah.

Saat minum wine dengan tingkat asam yang cukup, kamu akan merasakan mulut menjadi lebih berair dan muncul sensasi segar di sisi lidah. Kadang, asam juga terasa sedikit “nyegrak” atau tajam, terutama pada wine yang sangat fresh.

Contoh paling mudahnya adalah ketika kamu minum air lemon—secara refleks, produksi air liur langsung meningkat. Reaksi itulah yang juga terjadi saat lidah merasakan asam dalam wine.

Asam pada Red Wine vs White Wine

White wine umumnya memiliki tingkat asam yang lebih tinggi, sehingga terasa lebih segar, ringan, dan menyenangkan untuk diminum.

Sebaliknya, red wine cenderung memiliki asam yang lebih lembut karena biasanya diseimbangkan dengan tannin dan alkohol. Itulah alasan mengapa white wine sering terasa segar dan sangat cocok disajikan dingin.

2. Tannin: Sensasi Kering di Mulut

Tannin adalah senyawa alami yang berasal dari berbagai bagian anggur, seperti kulit, biji, dan batang, serta dari kayu oak jika wine disimpan atau di-aging dalam barrel.

Tannin hampir selalu identik dengan red wine karena proses fermentasi red wine melibatkan kulit anggur dalam waktu yang lebih lama, sehingga tannin terekstraksi lebih banyak.

Tannin menciptakan sensasi khas berupa mulut terasa kering, seperti gusi “ketarik”, dan meninggalkan rasa pahit ringan di akhir tegukan. Sensasi ini bukan rasa pahit yang tajam, melainkan lebih ke efek kering di mulut.

Tannin pada Red Wine vs White Wine

Pada red wine, tannin bisa hadir dalam kadar sedang hingga tinggi, tergantung jenis anggur dan proses pembuatannya. Sementara itu, white wine hampir tidak memiliki tannin karena biasanya difermentasi tanpa kulit anggur.

Inilah alasan mengapa red wine sangat cocok dipadukan dengan makanan berlemak atau daging, sedangkan white wine terasa lebih ringan dan mudah diminum.

3. Alkohol: Rasa Hangat dan Body Wine

Alkohol terbentuk dari proses fermentasi, ketika gula alami dalam anggur diubah menjadi alkohol. Selain memberi “tenaga” pada wine, alkohol juga berperan besar dalam menentukan body wine serta memengaruhi sensasi hangat di tenggorokan dan kekuatan aroma yang tercium saat diminum.

Alkohol biasanya terasa sebagai sensasi hangat di tenggorokan dan membuat mulut terasa lebih “penuh” atau berisi. Jika kadar alkohol terlalu tinggi dan tidak seimbang, wine bisa terasa menusuk atau panas. Sebaliknya, wine dengan alkohol yang seimbang biasanya terasa lebih bold, bulat, dan nyaman diminum.

Alkohol pada Red Wine vs White Wine

Red wine umumnya memiliki kadar alkohol yang lebih tinggi, sekitar 13–15%, sehingga terasa lebih berat dan berisi. White wine biasanya memiliki alkohol lebih rendah, sekitar 10–13%, membuatnya terasa lebih ringan.

4. Manis (Sweetness): Dari Kering hingga Manis

Rasa manis dalam wine berasal dari sisa gula alami atau residual sugar yang tidak sepenuhnya habis difermentasi. Penting untuk dipahami bahwa tidak semua wine itu manis. Justru banyak wine yang benar-benar kering atau dry, tanpa rasa manis yang terasa di lidah.

Manis biasanya terasa di ujung lidah, meninggalkan aftertaste yang lembut dan membuat mulut terasa lebih halus. Tingkat kemanisan wine sendiri sangat beragam, mulai dari dry (tidak manis sama sekali), off-dry (sedikit manis), medium, hingga sweet yang jelas terasa manis sejak tegukan pertama.

Manis pada Red Wine vs White Wine

White wine lebih sering ditemukan dalam versi manis atau off-dry, sehingga terasa lebih ramah bagi banyak orang. Sementara itu, red wine mayoritas bersifat dry dan jarang menonjolkan rasa manis. Karena karakter ini, white wine sering menjadi pilihan favorit bagi pemula yang baru mulai mengenal dunia wine.

Bagaimana Keempat Komponen Ini Bekerja Bersama?

Wine yang enak bukan soal satu komponen dominan, tapi keseimbangan dalam struktur rasa wine-nya.

Contohnya:

  • Asam tinggi + manis ringan → terasa segar
  • Tannin tinggi + alkohol tinggi → terasa bold
  • Alkohol tinggi tanpa asam → terasa berat dan panas

Semakin seimbang keempat elemen ini, semakin smooth wine tersebut saat diminum.

Masih Bingung?

Kalau kamu ingin langsung mempraktikkan pemahaman ini, cobalah eksplorasi berbagai pilihan wine dengan datang ke liquor store Red & White terdekat. Red & White hadir di banyak lokasi, mulai dari Jakarta PusatJakarta BaratJakarta SelatanJakarta TimurJakarta UtaraBekasiTangerangAmbon, hingga Bali dengan koleksi wine yang lengkap dan berkualitas.

Kamu bisa menemukan berbagai rekomendasi merek wine yang sesuai dengan selera kamu, sekaligus mendapatkan manfaat anggur merah itu sendiri. Jadi, tidak perlu ragu lagi. Yuk datang, pilih, dan nikmati wine dengan Red & White!

Enjoy the best drinks from us!

Grab your favorite alcoholic drink, from wine to whiskey, we serve in quality!

Elissa D

Share this article

Tags

Popular post

Is Mixing Different Types of Alcohol Bad for You?

From Hell to Your Glass: The Top 12 Strongest Alcohol Drinks in the World

The History of Jägermeister

Related post

Apa Itu Fortified Wine dan Jenis-Jenisnya

Memahami Anatomi Rasa Wine: Asam, Tannin, Level Alkohol, & Manis

Wine Tua Vs Wine Muda: Sebaiknya Disimpan atau Diminum Sekarang?

Recent Promos

Visit us and discover
our latest promo

Red & White Terminal 2D Domestic Departure (Travel Retail Duty Paid)

Red & White W&S Cilandak Town Square

Red & White Senayan City Mall

Red & White Ratu Plaza

Wa Logo

Hotline & Chat